Kamis, 03 Juni 2010

Pengertian Sosiologi Politik

A. Sosiologi
K ata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu Socius dan Logos. Socius berarti kawan, teman. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Sedangkan masyarakat itu sendiri adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya.
Sosiologi mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara dan berbagai organisasi politik, ekonomi, dan sosial.
Berikut ini adalah pengertian sosiologi menurut beberapa ahli:
• Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

• Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

• Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

Menurut pengertian dari berbagai tokoh, dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola hubungan masyarakat serta timbal balik antara gejala-gejala sosial dengan gejala nonsosial.

B. Politik
Politik adalah suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya negara. Menurut Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Selain itu, politik juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, antara lain:
• Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan Negara.
• Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.
• Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan politik.

C. Sosiologi Politik
Sosiologi politik mempunyai beberapa pengertian yang dilihat dari sudut berbeda beberapa ahli. Berikut ini adalah beberapa pengertian sosiologi politik:
Sosiologi politik adalah cabang ilmu sosiologi yang memperhatikan sebab dan akibat sosial dari distribusi kekuatan di dalam masyarakat, dan dengan konflik-konflik sosial dan politik yang berakibat pada perubahan terhadap alokasi kekuatan tersebut. Fokus utama dari sosiologi politik adalah deskripsi, analisis, dan penjelasan tentang suatu negara, suatu lembaga yang mengklaim monopoli terhadap legitimasi pengunaan kekuatan terhadap suatu wilayah di masyarakat. Sementara ilmu politik terutama berurusan dengan mesin pemerintahan, mekanisme administrasi publik, dan bidang politik formal pada pemilihan umum, opini publik, dan perilaku politik. Analisis sosiologi terhadap gejala politik lebih menitikberatkan pada hubungan antara politik, struktur sosial, ideology, dan budaya (Gordon Marshall, 1998).
Sosiologi politik adalah upaya untuk memahami dan campur tangan ke dalam hubungan yang selalu berubah antara sosial dan politik. Intinya, ketidakmungkinan dalam sosiologi politik membuat sosiologi politik itu penting.
Keberaadaan suatu kata tidak mengindikasikan keberadaan suatu konsep. Demikian juga, ketiadaan suatu kata tidak mengindikasikan ketiadaan suatu konsep. Karenanya kata “social” mungkin ada tanpa konsep dan sebaliknya. Ini diterapkan ke semua hubungan konsep kata bahwa seseorang yang melakukan sosiologi politik akan menggunakan kata ras, gender, kelas, bangsa, orang, kekuasaan, negara, tekanan, kekerasan, kekuatan, hukum, dan lain-lain.
Hubungan ketergantungan antara kata dan konsep memunculkan masalah definisi. “hanya yang tidak memiliki sejarah yang dapat diuraikan.” Karenanya konsep inti dari sosiologi politik tidak dapat diuraikan (http://www.theoria.ca/theoria mengutip Genealogy of Morality, II, 13)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, komando di dalam semua masyarakat manusia, tidak hanya di dalam masyarakat nasional. Pengertian tersebut pada dasarnya membedakan antara pemerintah dengan yang diperintah. Di dalam suatu kelompok manusia terdapat orang yang memerintah dan orang yang mematuhinya, terdapat mereka yang membuat keputusan dan orang-orang yang menaati keputusan tersebut. Dapat dikatakan bahwa ilmu ini adalah gabungan antara ilmu sosial dan politik yang berfokus pada hubungan antara masyarakat dan pemerintah, dimana pemerintah lebih berperan untuk mengatur masyarakat melalui lembaga kepemerintahannya.

Millenium Development Goals

Millenium Development Goals
Millenium Development Goals (MDGs) adalah delapan tujuan pembangunan internasional bahwa semua 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sedikitnya 23 organisasi internasional telah sepakat untuk mencapai pada tahun 2015. Mereka termasuk mengurangi kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, memerangi wabah penyakit seperti AIDS, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Latar belakang
Kepala Negara pada Millennium Summit

Pada tahun 2001, mengakui perlunya membantu negara miskin lebih agresif, negara-negara anggota PBB mengadopsi sasaran. MDGs bertujuan untuk memacu pembangunan dengan meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi di negara-negara termiskin di dunia.

Mereka berasal dari sebelumnya sasaran pembangunan internasional, dan secara resmi didirikan pada Millennium Summit di tahun 2000, di mana semua pemimpin dunia yang sekarang mengadopsi Deklarasi Milenium PBB, dari delapan gol yang telah dipromosikan.
Persentase penduduk dunia hidup dalam kemiskinan ekstrim telah dibelah dua sejak tahun 1981. Grafik menunjukkan estimasi dan proyeksi dari Bank Dunia 1981-2009. Sebagian besar dari peningkatan ini telah terjadi di Asia Timur dan Asia Selatan.

Millenium Development Goals (MDGs) yang dikembangkan dari delapan bab dari Deklarasi Milenium PBB, yang ditandatangani pada bulan September 2000. Ada delapan tujuan dengan 21 target, dan serangkaian indikator yang terukur untuk setiap target.
1: Menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan
* 1A Target: Belah proporsi orang yang hidup dengan kurang dari $ 1 per hari
o Proporsi penduduk di bawah $ 1 per hari (PPP nilai)
o Kemiskinan gap ratio kejadian [x kedalaman] kemiskinan
o Bagian kuintil termiskin dalam konsumsi nasional
* 1B Target: Mencapai Pekerjaan yang Layak untuk Wanita, Pria, dan Muda
o Pertumbuhan PDB per Kerja Orang
o Pekerjaan Rate
o Proporsi penduduk yang bekerja di bawah $ 1 per hari (PPP nilai)
o Proporsi pekerja keluarga berbasis penduduk yang bekerja
* 1C Target: Belah proporsi penduduk yang menderita kelaparan
o Prevalensi berat badan anak di bawah usia lima tahun
Proporsi penduduk di bawah o tingkat minimum konsumsi energi diet

2: Mencapai pendidikan dasar universal
Target 2A: Pada tahun 2015, semua anak dapat menyelesaikan program penuh pendidikan dasar,
Partisipasi dalam pendidikan dasar
Penyempurnaan pendidikan dasar
Melek usia 15-24 tahun, [perempuan dan laki-laki 7]
perempuan
3: Mempromosikan kesetaraan jender dan memberdayakan
Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di pendidikan dasar dan menengah tahun 2005,
pada semua dan tingkatan pada tahun 2015.Rasio Anak perempuan di SD.
Proporsi perempuan dalam pekerjaan upah di sektor non-pertanian
Proporsi kursi yang dipegang oleh perempuan di parlemen nasional [8]

4: Mengurangi Angka Kematian Anak
Target 4A: Mengurangi dua pertiga, antara 1990 dan 2015 tingkat kematian balita
Balita Angka kematian
Bayi (di bawah 1) angka kematian
Proporsi anak usia 1 tahun diimunisasi campak [9]

5: Meningkatkan kesehatan ibu
Target 5A: Mengurangi sampai tiga perempat, antara 1990 dan 2015 rasio kematian ibu
Rasio kematian ibu
Proporsi kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan terlatih

Target 5B: Mencapai, pada tahun 2015, akses universal untuk kesehatan reproduksi
Tingkat Prevalensi Kontrasepsi
Remaja tingkat kelahiran
Cakupan pelayanan antenatal (setidaknya satu kunjungan dan setidaknya empat dilihat)
perlu untuk perencanaan keluarga tidak terpenuhi [10]

6: Memerangi HIV / AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
Target 6A: Apakah berhenti pada tahun 2015 dan mulai membalikkan penyebaran HIV / AIDS
Prevalensi HIV di antara penduduk usia 15-24 tahun
Penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi terakhir
Proporsi penduduk usia 15-24 tahun dengan pengetahuan komprehensif tentang HIV
Rasio kehadiran di sekolah anak yatim untuk kehadiran di sekolah non-anak yatim

Target 6B:
Mencapai, pada tahun 2010, akses universal untuk pengobatan HIV / AIDS bagi mereka yang membutuhkannya Proporsi populasi dengan infeksi HIV lanjut dengan akses pada obat antiretroviral

Target 6C:
Apakah berhenti pada tahun 2015 dan mulai membalikkan tingkat penyebaran malaria dan penyakit utama lainnya
Prevalensi dan tingkat kematian yang terkait dengan malaria
Proporsi anak-anak di bawah 5 tidur di bawah bednets insektisida
Prevalensi dan tingkat kematian yang terkait dengan TBC
Proporsi kasus TBC yang terdeteksi dan sembuh di bawah DOTS

7: Memastikan kelestarian lingkungan
Target 7A: Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program; hilangnya sumber daya lingkungan reverse
Target 7B: Mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati, mencapai, pada tahun 2010, penurunan yang signifikan dalam tingkat kerugian
Proporsi luas lahan yang tertutup hutan
Emisi CO2, total, per kapita dan setiap $ 1 PDB (PPP)
Konsumsi zat ozon depleting
Proporsi persediaan ikan dalam batas biologis yang aman
Proporsi total sumber daya air yang digunakan
Proporsi wilayah darat dan laut yang dilindungi
Proporsi spesies terancam punah

Target 7C: Belah, pada tahun 2015, proporsi penduduk tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar (untuk informasi lebih lanjut, lihat entri pada pasokan air)
Proporsi penduduk dengan akses yang berkelanjutan terhadap sumber air yang diperbaiki,
Proporsi penduduk perkotaan dengan akses ke sanitasi yang baik

Target 7D: Pada 2020, telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam kehidupan paling tidak 100 juta penghuni kawasan kumuh-
Proporsi penduduk perkotaan yang tinggal di daerah kumuh

8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
Target 8A: Mengembangkan lebih lanjut sistem, terbuka berbasis peraturan, dapat diprediksi, non-diskriminatif perdagangan dan keuangan
Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pengembangan, dan pengurangan kemiskinan - baik secara nasional dan internasional

Target 8B: Alamat Kebutuhan Khusus Negara-negara Least Developed (LDC)
Termasuk: akses bebas tarif dan kuota untuk ekspor negara-negara berkembang, program bantuan utang yang disempurnakan untuk HIPC dan pembatalan utang bilateral resmi; dan lebih murah hati ODA (Overseas Development Assistance) untuk negara-negara berkomitmen untuk pengentasan kemiskinan

Target 8C:
Alamat kebutuhan khusus negara-negara berkembang yang terkurung daratan dan pulau kecil negara berkembang. Melalui Program Aksi untuk Pembangunan Berkelanjutan Pulau Kecil Mengembangkan Amerika dan hasil sidang khusus dua puluh dua Majelis Umum

Target 8D:
Deal secara komprehensif dengan masalah utang negara-negara berkembang melalui ukuran nasional dan internasional untuk membuat utang yang berkelanjutan dalam jangka panjang
Indikator

Target 8E:
Dalam kerjasama dengan perusahaan farmasi, menyediakan akses ke terjangkau, obat-obatan penting di negara-negara berkembang
Proporsi penduduk dengan akses terhadap obat-obatan penting dengan harga terjangkau secara berkelanjutan

Target 8F:
Dalam kerjasama dengan sektor swasta, menyediakan manfaat teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi
Garis dan pelanggan telepon seluler per 100 penduduk
Komputer pribadi digunakan per 100 penduduk
Pengguna internet per 100 Penduduk
Perkembangan
Kemajuan mencapai tujuan telah merata. Beberapa negara telah mencapai banyak tujuan.sedangkan yang lain tidak berada di jalur untuk mewujudkan apapun.Negara-negara besar yang telah mencapai tujuan mereka termasuk China (kemiskinan yang telah mengurangi populasi 452.000.000-278.000.000) dan India karena jelas faktor internal dan eksternal penduduk dan perkembangan ekonomi. Namun, daerah penurunan yang paling membutuhkan, seperti daerah Afrika Sub-Sahara belum melakukan perubahan drastis dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Pada saat yang sama seperti Cina, Afrika Sub-Sahara mengurangi kemiskinan mereka sekitar satu persen, dan berada pada risiko utama tidak memenuhi MDGs pada tahun 2015. masalah Mendasar akan menentukan apakah atau tidak MDGs tercapai, yaitu gender , kesenjangan antara pertumbuhan kemanusiaan dan agenda pembangunan dan ekonomi, sesuai dengan Overseas Development Institute
Untuk mempercepat kemajuan menuju MDGs, G-8 bertemu Menteri Keuangan di London pada bulan Juni 2005 (dalam persiapan untuk G-8 Gleneagles Summit pada bulan Juli) dan mencapai kesepakatan untuk menyediakan dana yang cukup untuk Bank Dunia, IMF, dan African Development Bank (ADB) untuk membatalkan hutang $ 40-55000000000 tambahan utang oleh anggota HIPC. Ini akan memungkinkan negara-negara miskin untuk kembali saluran sumber daya disimpan dari utang diampuni untuk program-program sosial untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan dan untuk mengentaskan kemiskinan.

Didukung oleh G-8 pendanaan, Bank Dunia, IMF, dan ADB masing-masing mendukung rencana Gleaneagles dan diimplementasikan Multilateral Debt Relief Initiative ("MDRI") untuk menyelenggarakan pembatalan utang. The MDRI suplemen HIPC dengan menyediakan masing-masing negara yang mencapai titik penyelesaian HIPC pengampunan 100% dari utang multilateral tersebut. Negara-negara yang sebelumnya mencapai titik keputusan menjadi memenuhi syarat untuk penghapusan utang penuh sekali lembaga pinjaman mereka mengukuhkan bahwa negara itu terus mempertahankan reformasi dilaksanakan selama status HIPC. Negara-negara lain yang kemudian mencapai titik penyelesaian secara otomatis menerima pengampunan penuh utang multilateral mereka di bawah MDRI.

Sementara Bank Dunia dan ADB batas MDRI untuk negara-negara yang menyelesaikan program HIPC, IMF MDRI kriteria sedikit kurang membatasi agar sesuai dengan perlakuan unik IMF "seragam" kebutuhan. Alih-alih membatasi kelayakan untuk negara-negara HIPC, negara dengan pendapatan per kapita tahunan dari $ 380 atau kurang memenuhi syarat untuk pembatalan utang MDRI. IMF menerapkan ambang batas $ 380 karena mendekati negara-negara memenuhi syarat untuk HIPC.

Namun, sebagai kepala kita menuju 2015 meningkatkan ketidakpastian global, seperti krisis ekonomi dan perubahan iklim, telah menyebabkan kesempatan untuk memikirkan kembali pendekatan MDG bagi kebijakan pembangunan. Menurut 'Dalam Policy Brief Fokus' dari Institut Studi Pembangunan, yang 'Setelah debat 2015' adalah tentang mempertanyakan nilai tipe-MDG, target pendekatan berbasis pembangunan internasional, tentang kemajuan sejauh pada pengurangan kemiskinan, tentang melihat ke masa depan yang tidak pasti dan mengeksplorasi apa jenis sistem yang dibutuhkan setelah tenggat waktu MDG telah berlalu.Dampak dari penggunaan narkoba meningkat telah dicatat oleh Jurnal Internasional Kebijakan Obat sebagai pencegah untuk tujuan MDGs.

Kontroversi Pendanaan Lebih sebesar 0,7% dari GNI
Selama 35 tahun terakhir, para anggota PBB telah berulang kali membuat "komit [an] 0,7% dari produk nasional bruto-negara kaya '(GNI) untuk Bantuan Pembangunan Resmi" .Komitmen. Pertama kali dibuat pada 1970 oleh Majelis Umum PBB.

Teks dari komitmen itu:

Setiap negara maju secara ekonomis akan semakin meningkatkan bantuan pembangunan resmi untuk negara berkembang dan akan mengerahkan usaha terbaik untuk mencapai jumlah minimal bersih 0,7 persen dari produk bruto nasional dengan harga pasar pada pertengahan dekade ini. [22]

Namun, ada ketidaksepakatan dari Amerika Serikat, dan negara-negara lain, selama Konsensus Monterrey yang mendesak "negara-negara maju yang belum melakukannya untuk membuat upaya kongkrit menuju target 0,7 persen dari produk nasional bruto (GNI) sebagai ODA untuk mengembangkan negara.

Dukungan untuk Target 0,7%
PBB "percaya [s] bahwa donor harus berkomitmen untuk mencapai target jangka panjang sebesar 0,7 persen dari GNI pada tahun 2015".

Uni Eropa baru-baru ini menegaskan kembali komitmennya terhadap target bantuan 0,7%. Hubungan Eksternal Uni Eropa dewan mengatakan bahwa, sejak Mei 2005, "empat dari lima negara, yang melebihi target PBB untuk BPR dari 0,7%, dari GNI adalah negara anggota Uni Eropa"

Banyak organisasi yang bekerja untuk membawa perhatian US politik kepada Millenium Development Goals. Pada tahun 2007, Proyek Borgen bekerja dengan Senator Barack Obama pada Kemiskinan Global Act, undang-undang membutuhkan Gedung Putih untuk mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan. Pada 2009, RUU belum lulus, tapi Barack Obama sejak terpilih sebagai presiden.

Tantangan ke Target 0,7%
Namun, banyak negara OECD, termasuk anggota utama seperti Amerika Serikat, tidak maju ke janji mereka memberikan 0,7% dari GNP mereka terhadap pengurangan kemiskinan dengan target tahun 2015. Kontribusi Beberapa negara 'telah dikritik sebagai jatuh jauh dari 0,7%.

John Bolton mengatakan bahwa AS tidak pernah setuju di Monterrey untuk menghabiskan 0,7% dari PDB pada bantuan pembangunan. Memang, Washington telah secara konsisten menentang menetapkan target spesifik asing-bantuan sejak Majelis Umum PBB mengesahkan gol pertama 0,7% pada tahun 1970.
Pemerintah Australia telah berkomitmen untuk menyediakan 0,5% dari GNI dalam Bantuan Pembangunan Internasional oleh 2015-2016, tanpa mencatat berdiri-lama tujuan 0,7%.

Tantangan Pembangunan Milenium
Meskipun bantuan negara-negara maju 'untuk pencapaian MDGs telah meningkat selama setahun belakangan ini, telah menunjukkan bahwa lebih dari separuh adalah utang terhadap utang oleh negara-negara miskin. Selain itu, uang bantuan yang tersisa berjalan menuju bantuan bencana alam dan bantuan militer yang tidak lebih jauh negara ke dalam pembangunan. Menurut United Nations Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial (2006), 50 negara-negara berkembang hanya menerima sekitar sepertiga dari semua bantuan yang mengalir dari negara-negara maju, mengangkat isu bantuan tidak bergerak dari kaya ke miskin tergantung pada kebutuhan pembangunan tetapi lebih dari kaya ke sekutu terdekat mereka.

Banyak pertanyaan ahli pembangunan model MDGs mentransfer miliaran dolar langsung dari pemerintah negara kaya untuk sering birokrasi pemerintah atau korup di negara-negara berkembang. Bentuk bantuan telah menyebabkan sinisme luas oleh masyarakat umum di negara-negara kaya, dan sakit dukungan untuk memperluas bantuan sangat dibutuhkan.

Akhir nirlaba Kampanye Kemiskinan mengusulkan alternatif baru, memperluas Peace Corps untuk membagikan bantuan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan, terutama melewati pemerintah negara berkembang.

Jumat, 19 Maret 2010

Kelompok Sosial

Kelompok sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

Macam kelompok sosial

Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:

• Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.

• Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.

• Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.

• Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Faktor pembentuk

Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.

Kedekatan

Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.

Kesamaan

Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.

Pembentukan norma kelompok

Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.

Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Pengertian
Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut:

Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
Ukuran kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Selasa, 26 Januari 2010

Pengertian bisnis

Pengertian Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Sistem-sistem perekonomian

Merkantilisme

Sejarah Merkantilisme

Kekayaan dan kemakmuran suatu Negara diukur dari perbandingan ekspor impornya yang digambarkan dengan jumlah capital dari logam mulia, mineral berharga dan komoditas lainnya. Seolah – olah ekspor dan impor berada dalam suatu timbangan dimana jika ekspor berlebih maka neraca perdagangan dianggap untung. Dengan adanya keuntungan maka terjadi peningkatan pendapatan Negara yang harus dibayar dan diimbangi secara tunai dengan emas.

Pengertian Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu system politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan Internasional dengan tujuan memperbanyak asset dan modal yang dimiliki suatu Negara. Merkantilisme tertuang dalam peraturan Negara yang terbentuk proteksionisme dan politik colonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah Negara mendukung ekpor dengan intensif dan menghadang impor dengan tarif.


Kapitalisme

Sejarah Kapitalisme
Kapitalisme muncul setelah feodalisme runtuh dengan secara garis besar , terbagi menjadi tiga fase :

1) Kapitalisme Awal (1500-1750)

2) Kapitalisme Klasik (1750-1914)

3) Kapitalisme Lanjut (1914- sekarang)

Pengertian Kapitalisme

Kapitalisme adalah system ekonomi dimana individu secara privet melakukan kegiatan produksi, pertukaran barang dan jasa pelayanan melalui sebuah jaringan pasar dan harga yang kompleks

Kapitalisme menurut Karl Max adalah system dimana pemilik modal menjadi penentu dari seluruh kebijakan pasar dan harga barang dengan meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.

Tujuan kapitalisme adalah biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tinggi.


Komunisme

Sejarah Komunisme

Kominisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di awal abad ke- 19 an, dalam suasana yang menggarap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis revolusioner yang masing – masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapain masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia. Komunisme sebagai ideology mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideology dan disebarluaskan ke Negara lain.

Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba, Laos, RRC, dan lain – lain.

Pengertian Komunisme

Komunisme adalah salah satu ideology di dunia. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manuskrip politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.

Komunisme internasional adalah teori yang disebutkan oleh Karl Marxis.

Sosialisme

Sejarah Sosialisme

Sosialisme muncul sebagai faham ekonomi dan kemasyarakatan pada akhir abad ke- 18 dan awal abad ke – 19 M di Eropa. Revolusi industri yang terjadi di Inggris telah memunculkan kelas baru dalam masyarakat yaitu kaum Borjus yang menguasai sarana produksi karena penguasaan modal bertimbun ditangan mereka. Di sebelahnya sebagian masyarakat kota hidup sebagai buruh yang tenaga kerjanya diperas dan semakin miskin. Kekayaan yang dihasilkan karena kerja keras kaum pekerja ini hanya bisa dinikmati oleh kaum borjus kapitalis yang jumlahnya tidak besar. Dari waktu ke waktu kesenjangan social dan ekonomi semakin kentara. Ketika itulah individualisme tumbuh. Gereja sebagai lembaga social keamanan yang masih berpengaruh ketika itu bersekutu pula dengan kaum kapitalis dalam mengeruk kekayaan yang sebenarnya merupakan hak rakyat banyak, karena mereka yang sebenarnya bekerja keras. Sebagai akibat dari pesatnya perkembangan individualisme dan kapitalisme ini, hukum yang berlaku hanyalah hukum rimba. Undang – undang dibuat semata – mata demi kepentingan golongan borjus. Secara ringkas sosoialisme merupakan reaksi terhadap keadaan ini. Sosialisme yang telah dikemukakan mula – mula muncul sebagai reaksi terhadap kondisi buruk yang dialami rakyat dibawah system kapitalisme liberal yang tamak dan murtad. Maka sejumlah cendikiawan muncul untuk membela hak – hak kaum buruh dan menyerukan persamaan hak bagi semua lapisan, golongan dan kelas masyarakat dalam menikmati kesejahteraan, kekayaan dan kemakmuran. Mereka menginginkan pembagian keadilan dalam ekonomi. Tokoh – tokoh awal penganjur sosialisme yaitu St. Simon, Fouri, Robert Owan, dan Louise Blanc. St. Simon dipandang sebagai Bapak Sosialisme karena ialah orang yang pertama kali menyerukan perlunya sarana – sarana produksi dimilki sepenuhnya oleh pemerintah / Negara.
Pengertian Sosialisme

Inti dari paham Sosialisme adalah suatu usaha untuk mengatur masyarakat secara kolektif, artinya semua individu harus berusaha memeperoleh layanan yang layak demi terciptanya suatu kebahagiaan bersama. Hal ini berkaitan dengan hakikat manusia yang bukan sekedar untuk memperoleh kebebasan, tetapi manusia juga harus saling tolong menolong.

Fasisme

Sejarah Fasisme

Fasisme dikenak sebagai sebuah ideology yang muncul dan berkembang di abad ke-20. Namun akar dari ideology yang mengagung – agungkan perang dan kekerasan. Ternyata berasal dari masa lampau, tepatnya Sparta. Ideology ini menyebar cepat keseluruh dunia pasca Perang Dunia I, dengan munculnya fasisme Italia dalam bentuk Benito Mussollini, di Jerman muncul sebuah faham yaitu Nazisme pimpinan Adolf Hitler dan juga di Negara – Negara seperti Spanyol dan Jepang. Disebabkan oleh fasisme masyarakat di Negara-negara sangat menderita dan menjadi korban kekejaman yang mengerikan.

Pengertian Fasisime

Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Dengan kata lain, Fasisme adalah suatu sikap rasionalisme yang berlebihan.

Sabtu, 16 Januari 2010

Kedewasaan

kedewasaan mengajari kita segalanya
belajar menyapa,mengenal,
berteman,bersahabat,mencintai,
dan saling mengerti.
tapi dia tak pernah mengajari kita untuk
MELUPAKAN